karena yang mem- ‘babi-buta’ itu caranya, bukan cintanya.
Cinta itu baik, manusia dan caranya yang kurang baik.
- Tia Setiawati Priatna
(via karenapuisiituindah)
Mencintai seseorang, sedalam apapun, tidak pernah salah. Yang salah barangkali, adalah cara kita mencintainya.
Dengarlah kicau burung pagi ini. Barangkali mampu kau dengar mereka berkata ‘aku rindu kamu, dari seberang kota’. Itu aku, yg menitipkannya.
If you are even noticed it..and asking why i did this then the answer is simple..i want you to learn how to appreciate ‘things’ because some ‘things’ could not exist forever as you wish for..sometimes ‘the thing’ is being really tired not to be appreciate while it is still exist..so ‘the thing’ want to show you how if ‘the thing’ is dissapearing…the thing doest mean to hurt you or leave you..but the thing only want to tell you that the thing also has the right to be appreciate and the right not to be ignored as you like when you are not in the mood..
In this special day i just realize something..these days i forgot about this thing..alhamdulillah i remember that now..i think this is the best way for us..i should keep on the track which i had set up before…just to get asure that i won’t hurt a lot if everything is not as beautiful as my dreams…and also i don’t want to give you more weight to hold on..so please do your best..
Suaraku memang tidak terlalu merdu. Namun semoga lantunannya masih mampu membuatmu merasakan; betapa aku merindumu.
Seperti janji saya di postingan tadi siang, inilah salah satu puisi dalam buku Kotak Perak Berpita Ungu.
Tak Mengenal Arti Tiada - Tody Pramantha
Dirimu, adalah puisi yang dituliskan Tuhan di tanganku,
larik demi larik,
indah bersembunyi di balik aksara rindu.Aku hanya bisa terdiam mengingatmu.
Memendam,
apa yang seharusnya dipendam.
Lalu, bersiap untuk kehilanganmu.Jika nanti kita dituliskan untuk tidak bersama,
Kau hanya perlu mengingat satu hal tentangku:“Sayang, cinta untukmu tak mengenal arti tiada,
dan tak pernah usai menemukan tepinya.”~ @___dy
(Source: yanilavigne, via yanilavigne)
Karena tokoh utama dalam hidup seseorang, adalah tetap orang itu sendiri.
- Tia Setiawati Priatna
(via karenapuisiituindah)
Sebuah atau beberapa mimpi, tetap harus kita wujudkan dengan kemampuan dan usaha sendiri. Lalu tentang dia; seorang yang istimewa, mintalah padanya untuk menjadi teman hidup yang mempu menguatkan, disaat kita melemah.
Belajar mengerti artinya adalah jatuh berkali kali hingga tak terasa lagi sakitnya..yah seperti itulah kurang lebihnya perasaan saya saat ini..hampir mati rasa..
Percaya deh..pasti dibalik semua yang terjadi ada rencana baik Tuhan buat hambaNya..walaupun dalam prosesnya harus sering-sering mengelus dada dan menghapus air mata..
Ingatlah Hari Kemarin
Ingatkah kau saat dulu?
Genggaman tangan pertamaku,
mampu kau terjemahkan dengan begitu syahdu.Ingatkah kau saat dulu?
Menjadi bersama-sama adalah serupa berkah Tuhan
yang sangat luar biasa.Ingatkah kau saat dulu?
Makan malam berdua saja terasa begitu istimewa.
Aku tahu, hal-hal sederhana terkadang terlihat biasa bagi mereka.
Namun bagi kita, itulah saat bahagia yang tak terkira.Ingatkah kau saat dulu?
Saat ucap pertama kali ‘Aku Sayang Kamu’
mampu membuat hati kita meloncat girang selayaknya anak remaja.Aku ingin mengingat saat-saat itu.
Potongan-potongan kenangan kisah kita,
sampai pada hari ini,
hari di mana kita masih belum menyatu raga.Kau bilang,
: ‘tak mengapa, aku tahu hati kita masih di tempatnya’Walaupun hari ini sebegitu pentingnya,
ingatlah terus hari kemarin, Sayang.
Lalu tersenyumlah,
karena kita pernah sedekat yang Tuhan izinkan.Dan tentang masa depan,
mari berjanji untuk tetap berdekatan.
Aku ingin kau menjadi pria yang dulu selalu kau impikan,: untuk mendampingiku, dalam susah dan senang.
Tangerang, 21 Oktober 2012
- Tia Setiawati Priatna